roda berputar cuma perlahan (i)
i
jujurlah pada rasa yang memanggil di balik dinding, yang kau kucup mesra tiap hari sebelum ke pejabat, sebelum kembali melipat diri ke dalam selimut mimpi.
ii
kaki ini, jujurlah, bukan yang terbaik pernah melangkah seperti atlit di tepi padang. kau pandang dia penuh sinis menghantar makian pakai senyuman olok-olok.
iii
jujurlah saat menyembah Tuhan—bukannya sejadah—seperti esok tidak lagi mau tumbuh. jujurlah pada diri biarpun tak banyak yang mampu kau kasi: sebuah hati robek semata.
iv
belum ada yang mau membeli nasihat darimu; tetaplah berdiri kuatkan langkah jujur berdikari.
esok mulai lagi. mungkin.
jujurlah pada rasa yang memanggil di balik dinding, yang kau kucup mesra tiap hari sebelum ke pejabat, sebelum kembali melipat diri ke dalam selimut mimpi.
ii
kaki ini, jujurlah, bukan yang terbaik pernah melangkah seperti atlit di tepi padang. kau pandang dia penuh sinis menghantar makian pakai senyuman olok-olok.
iii
jujurlah saat menyembah Tuhan—bukannya sejadah—seperti esok tidak lagi mau tumbuh. jujurlah pada diri biarpun tak banyak yang mampu kau kasi: sebuah hati robek semata.
iv
belum ada yang mau membeli nasihat darimu; tetaplah berdiri kuatkan langkah jujur berdikari.
esok mulai lagi. mungkin.